Pernah gak sih kita tanya sama diri kita sendiri, “Kenapa aku selalu seperti ini? Kenapa aku selalu memikirkan hal yang sama?”
Dan pernahkah kita nyoba nyari jawabannya?
Aku pernah dan aku ketemu jawabannya. Jawabannya cuma satu dan menurutku kalo kita bener2 paham, jawaban itu akan membawa kita pada satu perubahan. Jawabnya adalah “Karena aku belum bisa berpikir dewasa.”
Cerita ini bukan ceritaku, tapi cerita sahabatku. Sebut saja micky, karena dia paling suka sama tokoh film corek itu. Micky ini cewek n dia punya pacar yang udah hampir 2 tahun jalan sama dia. Di tengah2 kisah cinta mereka, tiba2 mereka harus pisah karena keluarga di cowok gak setuju karena masalah yang tradisional banget, kepercayaan orang2 tua dan gak logis (setidaknya menurutku. Hehehehehe…).
Akhirnya mereka bener2 pisah. Tapi yang namanya perpisahan yang sebenernya bukan kemauan sendiri, pasti menyisakan luka yang begitu dalam dan mau gak mau mereka harus memaksakan diri untuk saling menjauh, padahal mereka gak pengen itu.
Kondisi ini berlangsung selama berbulan2. Micky sering banget cerita sama aku tentang perasaannya. Dia bilang dia gak tahan untuk terus seperti ini, dia pengen bebas dari perasaan tertekannya itu, karena perasaan itu buat dia gak nyaman sama sekali. Setiap apa yang dia kerjain jadi gak maksimal dan setiap dia bingung sama perasaannya sendiri, orang2 di sekitarnya pasti kena semprot.
Suatu saat dia tanya sama aku, ini cuplikan obrolan kita :
M : Di, kamu gak bosen ta denger cerita2ku?
D : Bosen kenapa?
M : Karena yang aku ceritain yang itu2 aja. Aku kuatir kamu bosen.
D : Manusiawi sih kalo bosen, tapi gak harus diomongin kan? Dan mestinya kamu gak tanya sama aku, tapi tanya sama diri kamu sendiri, “Aku gak bosen ta mikirin masalah yang ini2 aja?”
Dan Micky diam, mungkin dia berpikir. Beberapa hari kemudian dia bilang sama aku dia sudah menemukan jawabannya dan dia ingin segera menyelesaikannya.
Dari cerita sahabatku itu, aku belajar, bahwa semakin hari kita dituntut untuk selalu maju dalam berpikir, kita dituntut untuk jadi semakin dewasa setiap saat. Bukan hanya bersikap atau bertindak dewasa, tapi berpikir dewasa. Karena anak umur 5 tahun bisa saja bersikap dan bertindak dewasa, tapi mereka belum tentu bisa berpikir dewasa.
Dan dewasa adalah, ketika kita gak lagi melulu memikirkan masalah, tapi kita memikirkan jalan keluar masalah. Kita memandang dari berbagai sudut kenapa masalah ini ada, bukan dari sudut pandang kita sendiri. Kita gak lagi jadi orang yang gak tau di mana harus menempatkan ego dan emosi. Kita gak lagi jadi orang yang selalu menyendiri di sudut ruangan saat apa yang kita inginkan gak kita dapatkan.
Dan kita gak akan bertanya lagi “Kenapa aku selalu seperti ini? Kenapa aku selalu memikirkan hal yang sama?” karena kita sudah tau jawabannya, karena pikiran kita berkembang untuk jadi lebih dewasa.

kita harus belajar berpikir dewasa setia saat
Gimana caranya?
Saat kita sedang ada masalah, analisa masalah dan pikirkan jalan keluarnya, bukan memikirkan masalahnya.
Saat kita sedang dalam kondisi yang tidak menyenangkan, lihat dan pikirkanlah, kondisi apa yang membuat kita gak seneng dan pikirkan jalan biar kita seneng lagi.
Beranganlah andai aku jadi dia, andai aku jadi kamu atau andai mereka yang jadi kita. Biasanya orang memperlakukan kita seperti kita memperlakukan mereka. Kalo ada yang gak nyaman di kita, mungkin kita juha telah membuatnya tidak nyaman.
Ada emosi positif dan negatif, begitu juga dengn ego. Kita harus tau di mana harus menempatkan keduanya dengan baik. Pilihan memang gak ada yang salah dan selalu jadi yang terbaik, tapi untuk memilih sesuatu kita harus pandai menganalisa dan memikirkan semua kemungkinan yang mungkin bisa terjadi.
Saat sesuatu yang kita inginkan gak bisa kita dapatkan, apapun itu, kita bukan sedang jatuh atau terpuruk, tapi kita sedang dituntut untuk memahami keadaan dan instrospeksi diri. Karena kita Tuhan akan memberikan kita sesuatu yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan.


maaf sblumx mba diya…saya mau ketawa dl…
Whahahahaaaaa…….
Ehm…ehm…balik ke topik yg mba diya tulis……
Menurut saya..bner apa yg mba diya tulis…seseorng itu memang wajib dtuntut untuk brfikir dewasa,walaupun adakalax untuk menuju kesana jalan yg dtempuh sangatlah tidak gampang n gak mesti slalu berhasil tp kalo qt ada niat n usaha,insyallah pasti dberi jalan olehNYA,amien…
Pesen satu lg bt temen mba diya…jangan pernah menyerah wlpn sesekali qt kalah,tp teruslah mencoba…krna kalo qt bs lbh berfikir dwsa orng lain akan bs nyaman dsebelah qt….
Sekian comment dr saya…terima kasih banyak….
Tp maaf,kalo blh tau ini crita tntang tmen mba yg namax capa ya..?sapa tau saya kenal,hehe….