diya’s room











{Februari 7, 2009}   ibu

akhir Januari lalu, kucing ngirim imel ke aku. isinya cerpen karya Kadek Sonia Piscayanti. cerpen itu nyeritain tentang usaha seorang ibu buat menciptakan sebuah keluarga di meja makan. sejak

untuk kebersamaan keluarga

untuk kebersamaan keluarga

menikah hingga anak pertamanya telah lulus kuliah, ibu selalu membiasakan makan malam bersama. di meja makan itulah semua kisah dan keluh tertuang. di meja makan juga anggota keluarga yang lain mendapat kekuatan saat sedang rapuh.

tapi kemudian ada kejenuhan yang terlontar dari putri sulungnya. dia mulai meninggalkan tradisi makan malam bersama yang diciptakan ibunya. setelah ibu dan putri sulungnya berbicara, akhirnya ibu memutuskan untuk menyudahi tradisi itu, ibu gak mau lagi memaksakan anggota keluarganya untuk makan malam bersama. ibu juga sudah merasa lelah karena setiap hari harus memikirkan menu makan agar keluarganya tidak bosan.

aku melihat gimana kerasnya usaha seorang ibu untuk mendekatkan semua anggota keluarganya, untuk selalu berbagi dan mengatasi masalah bersama2. dan aku melihat betapa putri sulungnya tidak memahami usaha keras sang ibu.

mungkin memang gak akan ada yang tau gimana seorang ibu berusaha keras untuk keluarganya, sama seperti orang gak pernah tau gimana sakitnya saat ibu melahirkan anaknya. mungkin kita juga gak akan pernah ngerti, kalo hal kecil yang ibu lakukan buat kita, keluarganya sebenarnya bermakna sangat besar.

sebagai calon istri dan ibu, aku bermimpi memiliki sebuah rumah yang gak terlalu besar, namun penuh dengan kehangatan, penuh tawa keceriaan dan kebersamaan. dan aku yakin sebagian besar perempuan pasti memiliki mimpi yang gak jauh berbeda.

menjadikan rumah seperti surga, memasak masakan kesukaan suami dan anak, menyeduh teh setiap pagi, menyiapkan susu untuk anak sebelum mereka berlabuh pada dewi mimpi, meluangkan waktu untuk mendengar cerita anak2 sepulang sekolah, mendengar keluh kesah suami yang dibawa dari kantor, menemani anak2 belajar, menemani suami lembur, menunggu mereka pulang ke rumah.

secangkir teh kehangatan

secangkir teh kehangatan

segelas susu untuk buah hati

segelas susu untuk buah hati

hal2 sepele, tapi aku yakin, gak semua perempuan bisa melakukannya. hanya mereka yang benar2 kuat yang mampu dan aku berharap aku menjadi salah satu di antaranya.



{Februari 7, 2009}   daun dan mahkota bunga vs lilin

makna apa yang bisa didapat waktu kita berjalan di bawah daun2 atau bunga2 yang berjatuhan. mungkin rasa kesal karena noda yang mengotori baju kita. atau sumpah serapah karena daun2 atau

benarkah tanpa arti lagi?

benarkah tanpa arti lagi?

mahkota bunga2 itu menutupi pandangan kita. dan mungkin juga senyuman bahagia karena merasa ditemani oleh jejatuhan itu.

daun atau mahkota bunga itu jatuh begitu saja dari dahannya. bisa jadi karena memang tua dan lapuk, terlalu muda dan masih rapuh atau hanya karena goyah terkena tiupan angin. mereka jatuh begitu saja, seolah tiada arti, seolah terbuang.

aku membayangkan seandainya aku jadi mereka. jatuh ke tanah, terinjak2, terbuang dan g berarti. betapa sakitnya. dan betapa menyedihkannya. semua memang ada waktunya. daun2 dan mahkota bunga itu memang harus jatuh agar pohon bisa memunculkan kuncup2 baru yang masih segar untuk tetap hidup.

keadaan ini berbanding terbalik dengan keberadaan lilin. batangan kecil yang mampu memberikan cahaya ini sangat berarti saat listrik padam. walaupun kecil, dia mampu menerangi dan menghangatkan. dia memiliki arti, bahkan saat dia hampir hilang terbakar.

kecil tapi mampu menerangkan dan menghangatkan

kecil tapi mampu menerangkan dan menghangatkan

aku membayangkan seandainya aku jadi lilin. aku tentu merasa bangga, karena aku bisa memberikan arti hingga akhir hidupku. namun, seandainya pun aku jadi jejatuhan daun atau mahkota bunga, aku akan sangat mengharapkan ada seseorang yang menghargaiku, ada orang yang bisa memberiku arti.

mungkin mereka tak hanya menggerutu karena kotor atau pandangannya tertutup. mungkin mereka bisa melakukan lebih dari menyapu dan membuangnya ke tong sampah. mungkin mereka bisa menggunakannya sebagai pupuk yang bisa menyuburkan tanaman mereka, membuat taman mereka jadi indah dan penuh warna-warni bunga hingga bisa menyenangkan hati orang yang melihatnya.

jika bisa bisa memilih, tentu orang akan memilih menjadi lilin, tapi semoga kita yang telah benar2 menjadi lilin bisa member arti pada jejatuhan daun ataupun mahkota bunga itu agar mereka menjadi sama berartinya dengan lilin.

amien…

candle_by_ethereal_forest303



dan lain-lain
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.