akhir Januari lalu, kucing ngirim imel ke aku. isinya cerpen karya Kadek Sonia Piscayanti. cerpen itu nyeritain tentang usaha seorang ibu buat menciptakan sebuah keluarga di meja makan. sejak

untuk kebersamaan keluarga
menikah hingga anak pertamanya telah lulus kuliah, ibu selalu membiasakan makan malam bersama. di meja makan itulah semua kisah dan keluh tertuang. di meja makan juga anggota keluarga yang lain mendapat kekuatan saat sedang rapuh.
tapi kemudian ada kejenuhan yang terlontar dari putri sulungnya. dia mulai meninggalkan tradisi makan malam bersama yang diciptakan ibunya. setelah ibu dan putri sulungnya berbicara, akhirnya ibu memutuskan untuk menyudahi tradisi itu, ibu gak mau lagi memaksakan anggota keluarganya untuk makan malam bersama. ibu juga sudah merasa lelah karena setiap hari harus memikirkan menu makan agar keluarganya tidak bosan.
aku melihat gimana kerasnya usaha seorang ibu untuk mendekatkan semua anggota keluarganya, untuk selalu berbagi dan mengatasi masalah bersama2. dan aku melihat betapa putri sulungnya tidak memahami usaha keras sang ibu.
mungkin memang gak akan ada yang tau gimana seorang ibu berusaha keras untuk keluarganya, sama seperti orang gak pernah tau gimana sakitnya saat ibu melahirkan anaknya. mungkin kita juga gak akan pernah ngerti, kalo hal kecil yang ibu lakukan buat kita, keluarganya sebenarnya bermakna sangat besar.
sebagai calon istri dan ibu, aku bermimpi memiliki sebuah rumah yang gak terlalu besar, namun penuh dengan kehangatan, penuh tawa keceriaan dan kebersamaan. dan aku yakin sebagian besar perempuan pasti memiliki mimpi yang gak jauh berbeda.
menjadikan rumah seperti surga, memasak masakan kesukaan suami dan anak, menyeduh teh setiap pagi, menyiapkan susu untuk anak sebelum mereka berlabuh pada dewi mimpi, meluangkan waktu untuk mendengar cerita anak2 sepulang sekolah, mendengar keluh kesah suami yang dibawa dari kantor, menemani anak2 belajar, menemani suami lembur, menunggu mereka pulang ke rumah.

secangkir teh kehangatan

segelas susu untuk buah hati
hal2 sepele, tapi aku yakin, gak semua perempuan bisa melakukannya. hanya mereka yang benar2 kuat yang mampu dan aku berharap aku menjadi salah satu di antaranya.




