buatku, masa lalu adalah sebuah peti kecil. di dalamnya berisi semu kenangan tentangmu, tanpa terkecuali. aku hanya bisa menyimpannya di sudut hatiku dan hanya akan ku buka saat aku merindukannya. karena aku tau, aku tak mungkin mendapatkannya lagi. tak mungkin mengulang kejadian yang sama untuk yang kedua kalinya.
pencarian yang cukup panjang untuk menemukan sebuah hati, untuk menjemput yang tertinggal di kota kecilku, di jalanan kota, di pematang sawah, di secangkir capucino panas dan sepiring roti bakar rasa coklat keju, di antara daun-daun teh, di kala senja, di 31 oktober.
saat itu, aku berharap belum terlambat, tapi aku justru tak mendapatkan apa-apa.
aya, aku hanya berharap kamu tau apa yang terjadi, yang sama2 tak kita inginkan, yang sama2 menyakitkan kita. aku tau aku telah begitu kejam sama kamu. aku tau keegoisanku. dan aku tau sesalku. tapi tak berarti karena semua sudah terlambat.
kamu tau, yang aku inginkan sekarang setelah mendengar cerita tentangmu? aku ingin kamu kembali jadi aya yang dulu aku kenal. kamu pasti tau perubahan apa yang ada dalam dirimu dan kamu pasti tau sebabnya. jadilah aya yang dulu, yang penyayang, yang gak egois, yang selalu menjaga hati orang yang disayanginya, yang baik, yang peduli, yang memikirkan masa depan. kembalilah jadi diri kamu dan maafkanlah aku.
aku sayang kamu, sampai rasa ini menghilang dengan sendirinya. aku tak pernah membuang kenangan tentangmu, karena itu menyakitkanku. aku tau, kamu tau yang terjadi. aku tau kamu mengenalku lebih dari siapapun. aku tau kamu mengerti aku lebih dari siapapun. karena aku sayang kamu. dan karena aku tau, kamu sayang aku, meski sekarang mungkin sudah tak bersisa.
by : riri

untuk masa laluku

