diya’s room











{Oktober 31, 2008}   masa lalu

buatku, masa lalu adalah sebuah peti kecil. di dalamnya berisi semu kenangan tentangmu, tanpa terkecuali. aku hanya bisa menyimpannya di sudut hatiku dan hanya akan ku buka saat aku merindukannya. karena aku tau, aku tak mungkin mendapatkannya lagi. tak mungkin mengulang kejadian yang sama untuk yang kedua kalinya.

pencarian yang cukup panjang untuk menemukan sebuah hati, untuk menjemput yang tertinggal di kota kecilku, di jalanan kota, di pematang sawah, di secangkir capucino panas dan sepiring roti bakar rasa coklat keju, di antara daun-daun teh, di kala senja, di 31 oktober.

saat itu, aku berharap belum terlambat, tapi aku justru tak mendapatkan apa-apa.

aya, aku hanya berharap kamu tau apa yang terjadi, yang sama2 tak kita inginkan, yang sama2 menyakitkan kita. aku tau aku telah begitu kejam sama kamu. aku tau keegoisanku. dan aku tau sesalku. tapi tak berarti karena semua sudah terlambat.

kamu tau, yang aku inginkan sekarang setelah mendengar cerita tentangmu? aku ingin kamu kembali jadi aya yang dulu aku kenal. kamu pasti tau perubahan apa yang ada dalam dirimu dan kamu pasti tau sebabnya. jadilah aya yang dulu, yang penyayang, yang gak egois, yang selalu menjaga hati orang yang disayanginya, yang baik, yang peduli, yang memikirkan masa depan. kembalilah jadi diri kamu dan maafkanlah aku.

aku sayang kamu, sampai rasa ini menghilang dengan sendirinya. aku tak pernah membuang kenangan tentangmu, karena itu menyakitkanku. aku tau, kamu tau yang terjadi. aku tau kamu mengenalku lebih dari siapapun. aku tau kamu mengerti aku lebih dari siapapun. karena aku sayang kamu. dan karena aku tau, kamu sayang aku, meski sekarang mungkin sudah tak bersisa.

by : riri

untuk masa laluku

untuk masa laluku



{Oktober 3, 2008}   lebaran 1429 H

Alhamdulillah…bulan ramadhan telah usai dan kemenangan sudah digenggaman kita. semua orang senang dan bahagia, bukan hanya karena bulan puasa sudah lewat, tapi juga karena bisa bertemu dan berkumpul dengan sanak keluarga yang lain.

berita seorang pemuda yang bunuh diri dengan melompat dari lantai 4 masjid istiqlal karena merasa tidak bahagia dengan datangnya ramadhan, sungguh mengiris hati. betapa mereka begitu merindukan kehidupan yang serba berkecukupan dan dekat selalu dengan keluarga tercinta.

sebenarnya, seperti apapun keadaan hidup, harus kita syukuri, karena dari rasa syukur itulah kita bisa merasakan nikmatnya hidup.

di hari kemenangan ini, pernahkah kita bertanya pada diri kita sendiri tentang apa yang telah kita menangkan selain berakhirnya bulan ramadhan? mungkin hari raya tidak hanya harus diisi dengan kegembiraan dan tawa, tapi juga perenungan. merenung tentang apa yang telah kita peroleh selama 1 bulan menahan diri dari godaan hawa nafsu. merenung tentang makna dan hikmah hidup apa yang kita dapatkan selama 1 bulan berusaha mendekatkan diri dengan Allah SWT. merenung tentang berkah apa yang telah terlimpahkan pada kita selama ini.

kalo kita bisa menjawab semua tanya itu dengan tepat, semoga kita termasuk orang-orang yang bisa bersyukur atas nikmat yang Allah SWT berikan. amien..



dan lain-lain