diya’s room











{Juli 29, 2008}   pengalaman pertama

naik kereta api
tut….. tut…….. tut…..
siapa hendak turut…
ke bandung, surabaya…..

hhhh…, ini ceritanya mo telling story tentang pengalaman pertama naik kereta tanpa orang tua setelah aku tua. hehehehe… lebay jijay bajay siomay yah..?!?!

kisah ini terjadi beberapa hari yang lalu, tepatnya hari kamis tanggal 24 juli kemarin. hari itu kampusku terakhir ujian. aku hepi donk cz bisa langsung pulkam. rencana awalnya mo dianter calon suami (hehehehe…) ke bungur asih, tapi ada temenku yang ngajak naik kereta cz di mo ke jogja buat ketemu kekasih tercinta. so.., aku putuskan naik kereta, sambil coba2. hehehehe…

kita selesai ujian jam 11 lebih dikit, kita ngobrol2 bentar trus ke TU fakultas buat bayar SP, tapi ternyata mereka lagi istirahat siang. ternyata emang udah jam 12, ya sutralah…, kita nunggu 1 jam lagi. daripada bengong di kampus, kita ke sekret. lumayan bisa ngadem plus ngobrol sama temen yang lain. di sekter kita desain jaket yang mo dibuat bareng2, biar kompak gitu ceritanya…

trus sekitar jam 1 lala sama ra3 ke fakultas buat bayar, aku nitip coz aku harus nyelesein desain jaket. dewi fortuna lagi shopping kali, makanya kita dicuekin aja. gimana gak, waktu bayar (ini ceritanya lala) pada dusel2 gitu, antri banget. sampe jam 2 belom kelar juga, padahal jadwal berangkat kereta jam 3 n kita berdua (aku sama lala) blom siap apa2. akhirnya ra3 jadi korban. kita berdua nitip ke dia buat bayar SP (maaph ya ra3……!!!!!!) n kita cepet2 pulang ke kost buat siap2.

hampir setengah 3 waktu aku jemput lala di kostnya dan kita ngebut ke stasiun wonokromo. udah kaya’ naik roller coaster aja deh rsanya…!!! nyaris jam 3 kita sampe sana n waktu markir motor, itu kereta udah dateng. udah kaya’ orang kesurupan aja aku sama lala, gak tau lagi parkir di situ bisa nginepin motor ato gak. nekad aja deh. habis dapet kartu parkir kita langsung lari ke gerbang stasiun. lari sekenceng2nya. untung kita pake sepatu, kalo pake sandal, udah putus kali itu sandal. kita lari kaya’ pelari marathon, ato mungkin kita bisa menang kalo ikut lomba lari di RT. hehehehe…

gak cuma kaya’ pelari marathon, tapi kita juga udah kaya’ ninja hatori.

“mendaki gunung lewati lembah……
sungai mengalir indah ke samudera….
bersama kita bertualang……”

bedanya kita gak lewat gunung atau lembah, tapi lewatin kerumunan orang dan becak2 yang parkir di pinggir jalan. udah gitu kita juga harus ngelawan angkot n kendaraan2 yang berlawanan arah sama kita. udah kaya’ naruto aja rasanya.

habis gitu kita langsung ke loket n pesen 2 lembar tiket. blom selesai lomba larinya, kita masih harus lari ke pintu kereta yang keretanya udah mulai gerak maju.

alhamdulillah………., akhirnya kita bisa naik juga
hehehehe….

ini fotoku sama lala waktu di kereta. kucel banget iyah..?!?!



{Juli 29, 2008}   something special

Beberapa orang menganggap sesuatu sebagai hal yang spesial. Entah itu benda yang sebenarnya gak penting, seseorang yang “biasa” menurut orang lain ataupun kejadian kecil yang juga “biasa” menurut orang lain. Sudut pandang dan kepekaan orang memang beda2 tentang “something special” ini.
Aku menganggap boneka donald kecil yang aku kasih nama “Didi” adalah sesuatu yang spesial karena itu adalah boneka donald pertama yang aku punya. Ada beberapa boneka donald yang aku miliki setelah itu, aku suka semuanya, tapi Didi tetap istimewa.
Aku nyimpen karcis penyeberangan dari pelabuhan Ujung ke Kamal dengan menuliskan tanggal ketika aku mendapatkan karcis itu. Karena buat aku perjalanan naik kapal dan menjejakkan kaki ke Madura untuk pertama kalinya tanpa orang tuaku adalah sesuatu yang luar biasa.
Aku memiliki teman2 yang spesial. Beberapa di antaranya aku panggil dengan nama lain yang bukan bagian dari nama dia sebenarnya. Aku merasakan kedekatan yang berbeda karena nama yang berbeda itu, seperti ada sesuatu mendekatkan kami secara emosional.
Tapi kenyataannya gak semua orang yang kita anggap spesial tau dan ngerti betapa berartinya mereka buat kita.
Ada seseorang yang sangat istimewa, aku memanggilnya dengan nama yang agak aneh, karena buatku nama itu sama anehnya dengan tingkah lakunya yang memang kadang2 aneh. Tapi aku menyayanginya, sangat.
Awalnya dia gak protes, tapi suatu hari dia menyatakan keberatannya dipanggil dengan nama anehku itu. Aku membela diri, aku bilang nama itu spesial. Trus dia bilang kalo kamu nganggap sesuatu yang spesial dengan buat aku gak seneng, ya udah terserah kamu.
Uhhkh.., hatiku langsung terasa nyeri karenanya. Aku hanya ingin memanggilnya dengan nama spesial karena dia orang yang spesial buat aku. Kalo aku memanggil namanya sama seperti orang lain memanggilnya, maka gak ada yang spesial antara aku dan dia. Atau aku memanggil “hei” padanya seperti aku memanggil “hei” pada semua orang. Biasa, gak ada yang istimewa.
Tapi setelah itu aku bilang aku gak akan memanggilnya dengan nama aneh itu lagi dan akan memanggilnya seperti aku memanggil orang lain dan seperti orang lain memanggilnya. Aku lalu berpikir, mungkin kedekatan kami akan berkurang setelah ini karena mungkin dia gak ingin aku menganggapnya sebagai orang spesialku.
Aku sempat merasa kecewa, tapi kemudian aku mengerti, bahwa apa yang menurut kita baik belum tentu baik juga untuk orang lain. Bahwa apa yang menurut kita spesial belum tentu spesial juga untuk orang lain. Dan bahwa gak semua orang mau dianggap spesial dan gak semua orang ngerti betapa spesialnya dia untuk seseorang.



{Juli 22, 2008}   persahabatan

persahabatan itu.., kata orang semua butuh sahabat, tapi apa iya harus sahabat. sebenernya sahabat itu apa sih?! salah seorang temenku bilang sahabat itu orang yang selalu bisa ngertiin kita, dia selalu ada saat kita butuh tempat bersandar dan tempat berbagi. tapi, apa iya harus seperti itu? emang ada orang super seperti itu? mungkin dia justru lebih hebat dari superman atau batman yang konon selalu siap siaga menyelamatkan dunia.

hhh.., gak taulah apa itu sahabat. yang aku tau sebagian besar orang ingin memiliki orang yang senantiasa bisa diandalkan, tapi setiap orang juga punya kepentingan yang berbeda.

buat aku, sahabat adalah seorang yang kenal sama kita. dia tau bagaimana  kita dan dia mencela dan mengingatkan kalo kita salah, dia tau apa yang penting atau gak penting buat kita sehingga dia bia menempatkan diri dalam menghadapi kita, dia juga tau gimana cara kita berpikir tapi tanpa harus mengikuti dan larut dalam pola berpikir kita, dia bukanlah orang yang bisa selalu ada buat kita, tapi dia akan berusaha membuat kita nyaman berada di dekatnya sama seperti rasa nyaman yang kita ciptakan untuknya.

sahabat bukan orang super yang bisa selalu ada dan selalu mengerti, tapi ada saat sahabat ingin dimengerti dan didampingi.

gimana buat kamu..?!?!?!



dan lain-lain