menyakitkan.., saat kita sadar kalo kita g berarti
lagi-lagi cerita seorang temanku sama pasangannya. sebenernya dia lebih suka menyebutnya calon suami. mungkin dia merasa yakin dengan pilihannya sekarang.
salut buat temenku ini (sebut saja Rani), menurutku dia cukup sabar menghadapi pasangannya yang …….., entahlah gimana aku harus menyebutnya. Rani pernah bilang, pacarnya sekarang sebenernya jauh dari kriteria yang diinginkannya, tapi dia mengatasnamakan cinta untuk kenyataan dia menyayangi pemuda itu.
mereka sempat putus, karena rani ngerasa sangat lelah menghadapinya yang super diam dan pasif. tapi karena kekasih rani, sebut saja dio, memintanya untuk tetap bersama, rani berubah pikiran. kejadian itu membuat rani sadar kalo gak ada seorang pun yang sempurna.
rani berusaha nerima keadaan ini, lagi2 mengatasnamakan cinta. hubungan mereka berjalan seperti biasa. luka2 kecil karena kediaman dan kurang pengertiannya dio diterimanya. rani tak ingin menyalahkan siapapun, karena memang tak ada yang bisa disalahkan.
rani tak suka jika tiba2 dio diam dan gak nyambung diajak ngobrol. ketika ditanya ada apa, dio selalu menjawab “gak papa” dan setelah itu diam lagi. rani merasa betapa tak berharganya dia, tak bisa membuat dio nyaman bersamanya, tak bisa mengubah mood-nya jadi lebih baik, bahkan tak bisa membuatnya tersenyum.
rani paling tak suka dibentak. dia bilang dadanya terasa sesak saat seseorang membentaknya dan dia menceritakan itu pada dio. suatu saat hanya karena rani mengajaknya bercanda, dio membentaknya. saat itu dio sedang ngutak-ngutik komputernya. dan rani hanya diam.
dio paling tak suka menunggu dan rani mencoba memahami itu. karena itu, rani selalu mencoba tepat waktu dan memberi kabar jika terlambat. tak berbeda dengan dio, rani juga tak suka menunggu, tapi berulang kali dio membuatnya menunggu sangat lama.
kejadian ini berulang-ulang dan tak ada yang berubah. suatu saat rani merasakan kelelahannya lagi, kejenuhan seperti yang pernah dirasakannya dulu. dan dia bingung, apa dia harus mengambil keputusan seperti dulu?
rani mengadu, dia menceritakan betapa tak berartinya dia untuk orang yang hampir 2 tahun didampinginya. betapa sulitnya membuat dio mengerti dirinya, betapa sulitnya dio mengingat hal kecil tentang rani. betapa tak berartinya rani untuk dio, hingga dio seolah tak peduli jika yang dilakukannya melukai rani.
saat rani mengadu, aku tanya, untuk apa bertahan kalo memang sudah gak bisa menahan. dan rani menjawab, “aku tau, dio gak sengaja melakukan ini, dia gak tau kalo apa yang dia lakukan nyakitin aku. aku tau dia sayang aku dan gak pernah sengaja pengen nyakitin aku.”
hhh…, lagi2 karena cinta. aku hanya berpikir, sehebat itulah cinta..?!?!



